Tuesday, 5 November 2019

Pemberian Allah yang Paling Afdol⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Seseorang bertanya kepada Atha' bin Abi Rabah rahimahullah, "Apa pemberian Allah yang paling afdol kepada hamba-Nya?"⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Lalu Atha'bin Abi Rabah rahimahullah menjawab, "Akal yang diberikan Allah 'Azza wa Jalla kepada seorang hamba yang dengannya ia gunakan untuk mempelajari ilmu agama."⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Hilyah al-Awliya hlm 315/3⁣⁣⁣

Firman Allah ﷻ:
(٠... وَأَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَیۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمۡ تَكُن تَعۡلَمُۚ وَكَانَ فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَیۡكَ عَظِیمࣰا)
"...dan (selain itu) Allah telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Quran) serta Hikmah (pengetahuan yang mendalam), dan telah mengajarkanmu apa yang engkau tidak mengetahuinya. Dan adalah kurnia Allah yang dilimpahkanNya kepada mu amatlah besar." [Surat An-Nisa' 113]

Tuesday, 22 October 2019

Hati-hati dengan Pujian⁣

Hakikat pujian adalah ujian, karena fitnah (ujian) itu bisa berupa ujian kebaikan maupun keburukan.⁣

Allah berfirman,⁣
‎ﻭَﻧَﺒْﻠُﻮﻛُﻢ ﺑِﺎﻟﺸَّﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓِﺘْﻨَﺔً ﻭَﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ⁣
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiya’: 35).⁣

Pujian adalah ujian berupa kebaikan, karena ketika kita dipuji, bisa jadi kita akan merasa sombong dan merasa takjub pada diri sendiri, bahkan kita lupa bahwa semua nikmat ini adalah dari Allah, kemudian kita merasa hebat dan sombong serta lupa bersyukur. Kagum terhadap diri sendiri merupakan suatu sifat yang bisa membinasakan.⁣
Telinga, Mata Dan Hati

Allah Ta’ala berfirman:⁣

‎وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً⁣
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (QS. Al-Isra’ : 36)⁣

Setelah menyebutkan pendapat para Salaf tentang ayat ini, Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Kesimpulan penjelasan yang mereka sebutkan adalah: bahwa Alloh Ta’ala melarang berbicara tanpa ilmu, yaitu (berbicara) hanya dengan persangkaan yang merupakan perkiraan dan khayalan.” (Tafsir Al-Qur’anul Azhim, surat Al-Isra’:36)⁣

Monday, 7 October 2019

Golongan yang paling banyak berselawat dan yang berada di atas kebenaran


Kata al-'Allaamah Shiddeeq Hasan Khaan (wafat 1307H) rahimahullaah dalam Nuzulul Abraar bil 'Ilm alMakthoor fee al-Ad'iyati wal Adzkaar:

Umat baginda ﷺ yang paling banyak berselawat ke atas baginda ﷺ adalah para Ahli Hadits...samada di dalam al-Jawaami’, al-Masaaniid, al-Ma’aajim, al-Ajzaa' dan lainnya... Merekalah manusia yang paling berhak untuk diselamatkan oleh baginda ﷺ, yang paling berbahagia pada Hari Kiamat dengan Syafa’at baginda ﷺ......

Kata Abul Hasanaat Al-Lucknowee (wafat 1304H) rahimahullaah di dalam “Imaamul Kalaam fiemaa ya ta’allaqu bi qiraa-ati khalfal Imaam” mks 156:
"Sesiapa yang mengamati dengan pengamatan yang adil, disertai pengajian lautan fiqh dan usool yang luas, sambil mengelakkan pengamatan yang berat sebelah, pasti ia mengetahui dengan ilmu yang diyakini bahawa kebanyakan perkara-perkara cabang dan usool yang dipertikaikan ulama, maka madzhab para Ahli Hadits ternyata lebih kuat dari madzhab lainnya. Sungguh saya setiap kali menjejaki cabang-cabang perselisihan, saya dapati pendapat muhadditsien (Ulama Hadis) yang paling dekat dengan kebenaran dan tidak berat sebelah, maka bagi Allah segala pujian atas sikap mereka."

Tuesday, 17 September 2019

Kekayaan Sejati Terletak Pada Sifat Qanaah


Oleh karena pentingnya kekayaan hati ini, Umar radhilallahu ‘anhu pernah berpesan dalam salah satu khutbahnya:

تَعْلَمُونَ أَنَّ الطَّمَعَ فَقْرٌ، وَأَنَّ الْإِيَاسَ غِنًى، وَإِنَّهُ مَنْ أَيِسَ مِمَّا عِنْدَ النَّاسِ اسْتَغْنَى عَنْهُمْ

Tahukah kalian, sesungguhnya ketamakan itulah kefakiran.
Dan sesungguhnya tidak berangan-angan panjang merupakan kekayaan.
Barang siapa yang tidak berangan-angan memiliki apa yang ada di tangan manusia, niscaya dirinya tidak butuh kepada mereka” [HR. Ibnu al-Mubarak dalam az-Zuhd: 631].

Wednesday, 11 September 2019

Ikutilah jalan ajaran Sahabat


Sama-sama kita sentiasa menjadikan yang berikut ini sebagai pegangan kita, Firman Allah:
Ertinya: “Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah jalan ini dan jangan kamu ikuti jpalan-jalan yang lain, kelak kamu akan berpecah dari jalanNya (yang satu itu)
[Al-Qur’an: Surah al-An‘aam: 6:153]

Tafsiran ayat ini, yang menunjukkan bahawa perpecahan adalah sesuatu yang dikeji dan buruk, kita dapatkan dari hadis Nabi ﷺ berikut ini.

Ibn Mas‘ud telah meriwayatkan: “Sesungguhnya Nabi ﷺ telah membuat satu garisan lalu bersabda: Inilah jalan Allah, kemudian baginda ﷺ membuat garisan yang banyak di sebelah kanannya dan di sebelah kirinya (garisan yang satu tadi: jalan Allah) lalu bersabda: Adapun ini (garisan yang banyak) adalah jalan-jalan lain (selain jalan Allah), pada setiap jalan ini, ada Syaitan yang mengajak kepadanya dan Nabi ﷺ pun membacakan ayat (ertinya): Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus… kamu akan berpecah dari jalanNya (yang satu itu).

[HR Imam Ahmad (6/89), ad-Darimiy (1/67), al-Hakim (2/318) dan (2/239) dan beliau menghukumkannya Sahih serta disetujui oleh adz-Dzahabi, Ahmad Syakir dan lainnya].

Wednesday, 7 August 2019

Mengapa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah begitu istimewa?

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

والذي يظهر أن السبب في إمتياز عشر ذي الحجة أنها مكان لاجتماع أمهات العبادة فيه وهي الصلاة والصيام والصدقة ولا يأتي ذلك في غيرها

Nampaknya, sebab keistimewaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dikarenakan tempat berkumpulnya induk-untuk ibadah seperti sholat, puasa, sedekah dan haji yang tidak dijumpai di waktu yang lain.

Fathul Baari 2:460

Ten days of Dhul Hijjah

Image may contain: text

Wednesday, 31 July 2019

Hukum Pamer Kemesraan Di Medsos


Pertanyaan:
Saya mau bertanya mengenai hukum Islam tentang suami istri bermesraan di depan umum. Awal mulanya saya mengomentari suatu foto di Facebook yang memosting seorang ustadzah muda yang sering kita lihat di televisi, bergandengan tangan dan berpelukan dengan suaminya

Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Bermesraan setelah menikah memang sesuatu yang dihalalkan. Tapi kita perlu ingat, tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Ada beberapa pertimbangan yang akan membuat kita tidak lagi menyebarkan foto kemesraan di Medsos:

Tuesday, 23 July 2019

Perhatikanlah Dengan Siapa Kita Berteman!


Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

"Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman." HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)